Pemerintah: Selamat Datang di Indonesia, Jetsetters

Orang kaya dan terkenal sekarang dapat bepergian dengan pesawat jet ke berbagai kota di seluruh Indonesia, karena pemerintah memudahkan peraturan tentang jet pribadi asing yang terdaftar.

Efektif sejak tanggal 14 September, Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri No. 109/2016 tentang pesawat jet asing non-komersial dan carteran yang memungkinkan untuk terbang dari satu bandara domestik ke yang lain. Sebelumnya, pesawat jet pribadi hanya bisa melakukan perjalanan ke salah satu bandara internasional di Indonesia dan dilarang melakukan penerbangan domestik.

Peraturan tersebut mendukung kepentingan nasional strategis, seperti investasi, pariwisata dan kegiatan lain yang terkait dengan perekonomian nasional.

Namun, jet harus mendapatkan persetujuan khusus dan izin penerbangan dari Direktur Jenderal Departemen Perhubungan dan Transportasi Udara, serta izin diplomatik dan izin keamanan dari Kementerian Luar Negeri dan Militer Indonesia (TNI).

Permintaan aplikasi dapat disampaikan secara online. Jet akan diizinkan terbang di dalam negeri maksimal selama 180 hari tapi harus mendarat pertama di bandara internasional untuk menjalani peraturan umum, imigrasi, dan prosedur karantina.

Peraturan tersebut merupakan kabar baik bagi sektor pariwisata, yang telah menjadi fokus pemerintahan saat ini untuk meningkatkan perekonomian domestik.

“Di masa lalu, orang-orang kaya yang bepergian dengan pesawat jet pribadi dari Thailand hanya bisa pergi ke salah satu tujuan, seperti Bunaken, Sulawesi Utara. Mereka tidak bisa juga pergi ke Raja Ampat di Papua. Bukankah itu tidak masuk akal? “Kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, Selasa.

Individu kaya akan memainkan peran penting dalam perekonomian karena kapasitas mereka untuk menghabiskan uang. Kementerian Pariwisata memperkirakan bahwa jumlah pengeluaran dari jet-setter sama dengan belanja 30.000 wisatawan biasa.

Arief melanjutkan bahwa banyak dari para wisatawan kaya yang bepergian dengan pesawat jet juga kemudian akan melakukan perjalanan dengan kapal pesiar, yang merupakan cara lain untuk meningkatkan industri pariwisata negara, pengeluaran per yacht diperkirakan mencapai hingga US $ 1 juta.

Kementerian Pariwisata berharap peraturan tersebut akan membuka jalan bagi pemerintah untuk mencapai target 20 juta wisatawan asing pada 2019.

Jumlah pengunjung asing mencapai 7,36 juta dari Januari hingga Agustus, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Tujuan untuk setahun ditetapkan sebesar 12 juta pengunjung.

Penasihat senior Kementerian Perhubungan untuk komunikasi publik dan urusan internasional, Dewa Made Sastrawan, mengatakan bahwa peraturan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memfasilitasi semua stakeholder, termasuk pengusaha.
Sementara itu, pentingnya penerbangan domestik dengan pesawat jet juga diakui oleh produsen jet asal Perancis Dassault Falcon.
Presiden Dassault Falcon Asia Pasifik Jean-Michel Jacob mengatakan jet wisatawan biasanya dimiliki pemimpin bisnis, seperti pejabat kepala eksekutif perusahaan besar.

“Banyak dari mereka adalah orang-orang bisnis yang ingin berinvestasi dan membangun bisnis di negara ini,” kata dia.
Data dari perusahaan menunjukkan bahwa ada 52 jet bisnis yang dimiliki dan dioperasikan di Indonesia pada tahun 2015, meningkat 16 persen dari angka tahun 2014. Beberapa jet ini dimiliki asing.

Perusahaan ini memperkirakan bahwa pasar Indonesia dapat diperluas untuk mengakomodasi setidaknya 100 perusahaan dimana pebisnis mendambakan kenyamanan selama penerbangan panjang.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut baik peraturan tersebut. Wakil ketua Kadin, Carmelita Hartoto, mengatakan bahwa ini akan meningkatkan pariwisata serta berdampak positif bagi para pemain bisnis.

“Namun, kami juga mendesak pemerintah untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan tersebut,” katanya.

Sourced From: The Jakarta Post

Pendapat Kapten Garuda Indonesia & Ketua Umum IPI Tentang AVIASI28

Kapten Garuda Indonesia datang ke Open House Aviasi 28. AVIASI 28 mengadakan Open House ke-2 nya pada Sabtu, 14 Mei 2016, kali ini AVIASI 28 berhasil mengundang tamu istimewa, Kapten Garuda Indonesia dan Ketua Ikatan Pilot Indonesia untuk datang dan memberikan presentasi khusus tentang pengalamannya kepada tamu tentang dunia penerbangan.

CEO Mark Kneer bersama Kapten Garuda Indonesia, Bambang Adisurya Angkasa

Pendapat tentang Sekolah Pilot Aviasi28

Read more